HUKUM CONTEK MENYONTEK DALAM ISLAM

Assalam.wr.wb.
Hukum contek dan menyontek ya………emm……
Kemaren budi agak ragu juga sih, apa sebetulnya hukum contek menyontek itu?…ada juga budi berpikir contek menyontek itu bentuk tolong-menolong dalam ujian, jadi boleh dong menurut islam…..dapat pahala…….enak dong……….
Tapi karena budi ingin tahu tentang hukum contek menyontek sebetulnya menurut islam, budi cari tahu deh di buku-buku islam karna budi gak mau dari internet karna evidence base kurang kuat daripada di buku, di buku lebih kuat evidence basenya. Tapi sulit, tapi budi ingin tahu…………budi maksa ingin tahunya…..setelah budi cari, setelah mendaki gunung, menyelami lautan, menjelajah ke mana-mana, sampai ke bulan kali ya…^_^ (ibaratnya gitu sulit menemukan bukunya), akhirnya budi menemukan buku yang menjelasin tentang hukum contek menyontek menurut islam dan disertai dalil-dalil al-qur’an dan hadist nabi yang shoheh, budi senang banget waktu itu, tapi sedih juga. sedih karna takut budi gak bisa mengaplikasikannya, dan belum bisa begitu banyak mengaplikasikannya.
Budi dapat penjelasannya dari buku yang judulnya “Ujian Sukses Tanpa Stress!”, Penulis bukunya “Fatan Fantastik” terbitan “Book Magz buku rasa majalah Pro-U Media”

Dari situ budi tahu deh kalau hukum nyontek dan kasih contekan itu dosanya besar…..tapi budi belum bisa begitu mengaplikasikan buku itu karena susah ding…. Tapi budi akan menyampai kutipan penjelasan dari buku itu walaupun pahit tuk disampaikan……………kan ada yang minta ?
tapi budi berpegang pada prinsip ” sampaikanlah kebaikan itu walaupun pahit, walaupun pahit bagi budi karna belum bisa seideal itu”
Semoga kita bisa mengambil pelajaran darinya…selamat membaca……….

Dikutip dari buku “Ujian Sukses Tanpa Stress” dari Hal 22-27.

PERNIK SIKSA PEDIH DI SEPUTAR PENYONTEK

Menyontek jelas sebuah kecurangan. Menyontek, dalam berbagai bentuknya, jelas merupakan “musuh utama kesuksesan”. Ia bisa saja dilakukan secara sembunyi-sembunyi, tapi ada juga yang berani di depan banyak pasang mata. Ia bisa melibatkan orang per orang, atau bisa juga melibatkan sekelompok orang yang berkomplot.Na’udzubillahi min dzaalik.

Maka, Abang petikkan pandangan dari Dr. Husein Syahatah mengenai menyontek, yang diambil dari “Kiat Islami Meraih Prestasi”. Ayo kita awali dari beberapa contoh bentuk menyontek :
1. Memindahkan informasi contekan dari sumber lain (kertas kecil, buku, dsb) ke lembar jawaban.
2. Memberi bantuan jawaban pada teman.
3. Pengawasnya beri bantuan.
4. Soal ujian bocor sebelum waktunya.
5. Sekelompok orang mengancam atau marah-marah pada pengawas, agar membiarkan pelanggaran menyontek terjadi (astaghfirullah)

Para penyontek itu, tentu saja punya alasan untuk membenarkan pelanggaran menyonteknya. Seperti juga kaum kafir beralasan macam-macam menentang para rasul. Entah dengan mengatakan mereka tukang sihir, sekadar mencari pengikut, bahkan mengatainya gila. Hati-hati, mungkin kamu bisa tertulari wabah menyontek ini. Alasan-alasan yang disebarkan oleh mereka yang menyontek ini memang kedengarannya masuk akal. Tapi, kalau mau kita renungkan benar-benar, ternyata hanya omong kosong belaka. INI CONTOH ALASANNYA :

1. Menyontek untuk mempertahankan posisi/prestasi. Karena ia beranggapan bahwa semua juga menyontek, daripada ia kalah nilai/rankingnya, ia pun ikut menyontek. Wah, itu jelas salah! Syaithon terkutuk memang pintar merayu manusia untuk menganggap benar apa yang seharusnya salah. Ada 100 lelaki, 99 diantaranya pacaran, sedangkan yang satu tidak. mana yang dianggap aneh? Betul, yang 1 orang. Tapi mana yang dianggap benar di pandangan Allah ? Wah, kamu benar sekali. Jelas yang 1 orang itu. Karena ia menjaga diri dari perbuatan (yang mendekati) zina. Yang 99 orang walaupun mayoritas, tetap saja berdosa di mata Allah. Maka pertanyaannya, siapakah yang besok menguasai pengadilan hari akhirat? Siapa yang kan memutuskan seseorang itu salah atau benar?

2. Alasan ‘membantu’ karena pelajar/mahasiswa/peserta ujian kewalahan. Wah, ini namanya penjerumusan! Entah yang memberi ‘bantuan’ itu sesama peserta, pengawas, panitia, atau pihak lain (kadang ada yang berani menentang Allah dengan menjadi joki ujian! dikiranya Allah gak melihat?) Membantu apa ? ketika seseorang memberi contekan pada peserta ujian, maka ia sedang menghancurkan masa depan dunianya dan (pasti!) akhiratnya. Kerugian pertama, ia belajar mematikan potensi diri sebenarnya dari peserta ujian tersebut (termasuk otaknya yang punya kemampuan luar biasa!) dengan tidak memakainya secara benar dan optimal! kerugian kedua, ia sedang terlibat proses tipu menipu yang telah jelas statusnya : berdosa. “siapa yang menipu kami maka ia bukan termasuk golongan kami;pembuat makar dan tipu daya akan masuk neraka”.(H.r. Thabrani dan Ibnu Majah). Kerugian yang ketiga, ia menjadi ‘tempat bergantung’ orang dalam perbuatan menentang Allah. Apakah ia mau menjadi fir’aun selanjutnya? Apa yang akan ia katakan kalau besok Allah ‘Azza wa jalla menanyainya saat ia berhadapan langsung di hari Perhitungan kelak ?

3. Ungkapan kasih sayang, begitu kata mereka yang memberikan atau mengusahakan contekan. ” Saya membantu mereka karena saya sayang mereka”. Stop! Kasih sayang apa itu? Kasih sayang apa yang menjerumuskan orang yang dikatakannya “saya sayangi” ke dalam pedihnya kebodohan dunia dan keabadian api neraka? Itu jelas bukan kasih sayang. Itu hanyalah angan-angan orang yang salah menempatkan arti ‘kasih sayang’. Apakah kita akan meminumkan pada teman kita racun walaupun ia teramat kehausan ?

COBALAH AMATI APA YANG TERJADI PADA PARA PENYONTEK ITU.AMATILAH PENGARUHNYA PADA MEREKA….DAN UMAT MANUSIA!

1. Lahirnya sosok pecundang di masyarakat, orang-orang yang tidak berkompeten di bidangnya. Berapa banyak pasien yang meninggal gara-gara dokter-dokter penipu? Berapa banyak bangunan yang roboh karena insinyur-insinyur penipu? Berapa banyak transaksi dagang serta barang dagangan yang rusak karena para pengusaha yang menipu?

2. Kamu bisa bayangkan berapa banyak yang sakit hati gara-gara usahanya yang jujur dan sungguh-sungguh dikalahkan oleh mereka yang ‘berhasil’ karena menyontek ?

3. Banyak posis penting yang diduduki oleh orang yang tidak mampu. Padahal, mereka menempati posisi-posisi strategis yang mengurusi kepentingan banyak orang. Akibatnya, banyak penyelewengan dan banyak ketidakberesan. Ya wajar, karena mereka memang tidak menguasai ilmunya. Lebih dari itu, mereka telah belajar untuk hidup ‘normal’ dengan norma-norma yang tidak benar. Menyontek telah mengajarkan mereka untuk menghalalkan berbagai cara untuk mendapatkan keinginan mereka. Ah, padahal kalau mereka tahu apa yang sedang menantinya di akhirat sana…Panasnya api neraka yang membara, yang MENYELIMUTI dari atas dan bawah, dari kanan dan kiri, dari depan dan belakang..! terbakar gosong menghitam, luar dalam ! Sungguh sangat mengerikan akhir mereka yang membangkang perintah Tuhan!

AGAR ENGKAU LEBIH PAHAM LAGI BAGAIMANA ISLAM MEMANDANG MENYONTEK, CERMATILAH FIRMAN ALLAH DAN HADIST BERIKUT INI :

1. “Maka sempurnakanlah takaran dan timbangan dan janganlah kamu kurangkan bagi manusia barang-barang takaran dan timbangannya, dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah tuhan memperbaikinya. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang yang beriman” (Q.s. al- A’raf, [7] :85).
Mengurangi takaran dan timbangan termasuk dari penipuan di bidang perdagangan yang bisa mengakibatkan kerusakan di muka bumi. Hukum ini juga bisa berlaku untuk perbuatan menyontek.

2. Dari Abu hurairah r.a., Rasulullah saw bersabda : “Siapa yang membawa senjata guna memusuhi kami maka ia bukan golongan kami; dan siapa menipu kami maka bukanlah golongan kami” (H.r. Muslim)
Rasulullah Saw melarang semua penipuan, termasuk di dalamnya menyontek (satu di antara perilaku menipu) dalam ujian.

3. Rasulullah Saw bersabda,” Siapa yang menipu kami maka ia bukan termasuk golongan kami; pembuat makar dan tipu daya akan masuk neraka”(H.r. Thabrani dengan sanad yang baik, dan H.r. Ibnu Majah dalam shahih-nya).
Jelaskan ? Semua bentuk penipuan dilarang keras oleh Rasulullah Saw. Bahkan langsung diancam dengan NERAKA! Menyontek, jelas menipu. Maka akhirnya jelas: siksa neraka. Kecuali bagi yang bertobat dan berhenti dari segala bentuknya.

4. Bagaimana pandangan ahli fiqih mengenai menyontek dalam ujian?
Para ahli fiqih telah sepakat akan haramnya menipu, karena ada unsur pengkhianatan terhadap suatu amanah, pembohongan, tipu daya, dan pelanggaran terhadap hak-hak orang lain. Semua itu termasuk dalam kategori dosa-dosa besar. Coba simak beberapa penjelasan berikut ini :

1. Penyontek dianggap mengelabui dan menipu pengajar/panitia ujian, karena mencampurkan antara yang haq dengan yang batil, dan memberikan bentuk ketidakjujuran ilmiah.

2. Seorang penyontek telah melanggar hak-hak peserta ujian lainnya yang telah berusaha dengan segenap kemampuannya sendiri. karena terkadang si penyontek bisa mengungguli peserta lain yang jujur, amanah, dan rajin.

3. Syaikh abdul hamid Kish berpendapat bahwasanya nilai keberhasilan dan tugas jabatan yang semata-mata diperoleh dengan menyontek dianggap HARAM hukumnya. Karena, ia mencuri informasi dan mengaku-ngaku bahwa itu murni miliknya, meskipun ia memperoleh ijazah yang memang sudah layak miliknya, namun tetap saja bathil. Dan karena apa yang ditegakkan atas dasar kebatilan, itu termasuk hal yang batil.

4. Seorang yang menyontek dianggap mengkhianati amanah ilmu, karena ia mengajukan kepada pengajar/panitia ujian suatu bentuk informasi (jawaban ujian) yang diakuinya sebagai hasil usahanya sendiri, padahal kenyataannya bukan. Sangat mungkin terjadi, mentalitas menyontek ini akan terbawa hingga ke kehidupannya di masyarakat luas. Hukum ini (mengkhianati amanah) juga berlaku untuk guru/dosen serta setiap pihak yang terlibat dalam proses terjadinya menyontek.

Wah, berarti, dari yang menyontek, yang memberi contekan, yang mengizinkan menyontek, yang membiarkan menyontek terjadi (padahal ia punya wewenang mencegahnya), dan semua pihak lain yang terlibat dalam pencontekan, semuanya PENGKHIANAT. Semuanya perlu segera BERTOBAT! Kalau enggak, api neraka siap MELUMAT!!
(Emangnya kuat…?!)[]

Demikian kutipan hukum menyontek menurut islam dari buku “Ujian Sukses Tanpa Stress”, semoga bermanfaat dan menjadi bahan renungan bagi kita semua. Wasalam
Allahu Akbar………………..


About these ads

44 responses to this post.

  1. Posted by of course muslim on August 11, 2009 at 3:45 PM

    saya setuju banget nih…………….
    emang penyontek itu harus dimusnahkan
    supaya negara nih aman………apa hubungannya ????????
    ya ada lah, karna tukang korupsi tu pasti penyontek masa sekolahnya.
    karna penyontek itu cikal bakal tukang korupsi
    hayo, berantas penyontek.!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    Reply

    • Posted by M. ARIF BUDIMAN on July 6, 2010 at 4:58 PM

      wah, ternyata penyontek dan pengkorupsi itu sama ya. Tapi kok menyontek sudah dianggap biasa. memang nih hari mo kiamat lagi.

      Reply

  2. Posted by Uhui on August 27, 2009 at 9:38 AM

    sukses dimulai dari sekarang. dimulai dari kejujuran. dimulai dari brenti nyontek, karena yakin dengan kemampuan pemberian Tuhan.

    Reply

  3. Posted by Wiro Sableng on February 28, 2010 at 8:02 AM

    Emmm… bagaimana ya hukummnya memperjualbelikan contekan atau kunci jawaban.?

    SAY NO TO NYONTEKING
    SAY YES TO MIKIR-SENDIRING

    Reply

  4. Posted by Wiro Sableng on February 28, 2010 at 8:03 AM

    Emmm… bagaimana ya hukummnya memperjualbelikan contekan atau kunci jawaban.?

    SAY NO TO NYONTEKING
    SAY YES TO MIKIR-SENDIRING

    artikel bagus nih!!

    Reply

  5. Posted by Yunhy on March 8, 2010 at 3:53 AM

    heeem, Ya Allah bantulah hamba agar kembali ke jalan Mu…

    Reply

  6. Posted by arif on October 11, 2010 at 3:39 PM

    di Singapura, dari sejak SMP, kalo ada yang nyontek, dijamin dapat satu hukuman. dikeluarkan!

    Reply

  7. Posted by Umar Kasa on November 18, 2010 at 3:31 PM

    assalamualaikum wr wb………………..
    selamat sore gan gimana kabarnya….? mudah-mudahan selalu dalam rahmat Allah SWT, Amiiin…!
    akhirnya artikel tentang nyontek udah ketemu juga, bahasanya cakep lagi. oia, gan ana mau kopas artikel agan nih ya… untuk sesuatu yang lebih bermanfaat. mudah-mudahan demikian adanya. terimakasih dan wassalamualaikum………
    best regard
    Umar Kasa

    Reply

  8. Posted by ntan on November 19, 2010 at 9:53 PM

    wahhh,,, skolah q nyontek dah biasa bgt,, malah kalo ga di contekin di bilang pelit

    Reply

    • Posted by M. ARIF BUDIMAN on November 20, 2010 at 12:54 AM

      itulah kawan, sekrng ini segalanya sudah terbalik. sebuah kejahatan dianggap telah menjadi kebiasaan. Sehingga kalau kita tak mau ikutan, mereka menganggap kita aneh dan pelit.

      Reply

  9. Posted by nurmaulita on December 17, 2010 at 2:41 AM

    perilaku jujur itu jauh lebih nikmat lho,,, wlpun dgn jujur hnya bs dpt C,, tp itu lebih bermakna drpd hrus menipu diri sendiri dan cara NyOnTeK!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    Reply

  10. Posted by Aliya on January 5, 2011 at 5:03 PM

    syukron infonya. izin share y. :)

    Reply

  11. Posted by Hamba Allah on November 22, 2011 at 4:35 PM

    Semoga Allah swt membuka pintu hati mereka yang sampai sekarang masih melakukan nyontek-mencontek agar mereka bertaubat sebelum Allah murka trhdap perbuatan.ny
    Amin

    Reply

  12. Posted by dmih on December 10, 2011 at 9:17 PM

    kalo ga ngasih contek dibilangnya pelit,, ga solider,, ga sayang sama temen,, sok pinter.. haduuuhhhh,, amit-amit dehh -_-

    Reply

  13. Posted by Meli on January 9, 2012 at 6:03 PM

    Assalamamu’alaikum. . .
    Hiks. . . Aq bisa dibilang sgt pelit dlm soal memberi contekan dan meminta contekan/menyontek. Tp, hampir 1 kelas yg aq tempati semuanya menyontek. Jd, ujung2nya aq yg mw jujur nilainya JADI DOWN. Dlu aq bisa masuk 10 besar, tp skg tidak lgi. Dn imbasnya, ortu aq agak kecewa dgn aq. . Ya Allah, tabahkan dan kuatkanlah hamba dalm menjalaninya. . .

    =============
    udh ah ceritanya, ohya adek/mas/kakak/om/kakek/eyang/empunya de el el. Saya mohon izin utk mengcopy smw infonya. Tp, sumbernya tetap dari blog ente. . . Gimana.???

    Reply

  14. Posted by iwan k on February 27, 2012 at 10:37 AM

    Mencontek memang sudah mendarah daging di negara kita ini. Bahkan seorang oknum guru sudah tidak malu2 malu lagi mencontek ( contoh : ujian semester yang dilaksanakan oleh salah satu PTS di suatu daerah). Yang lebih parahnya lagi ada seorang oknum guru yang memberi contekan muridnya pada saat Try Out Ujian Nasional. Inikah potret dunia pendidikan kita sekarang ini???

    Reply

  15. Posted by aisah on June 16, 2012 at 11:50 AM

    berarti nyontek termasuk dzalim terhadap orang yang jujur ya??

    Reply

  16. Posted by marina on July 2, 2012 at 8:06 PM

    wahh keren,,harusnya temen-temenku tuh yang harus baca,rumusan:jujur->adil->baik:)

    Reply

  17. Posted by alnafadita1 on October 29, 2012 at 5:09 PM

    waah, makasih ya infonyaa…
    coba aja temen”Q baca ini, biar pada tobat semuanyaa

    Reply

  18. kalo ngasih jawaban ke temen?(biasanya jagoannya yang nyuruh)

    Reply

  19. Posted by RIO on February 12, 2013 at 7:28 PM

    aku butuh koment nih? gimana kalau ada temen yang mau nyontek kita, trus kita gax mau kasih contekan, hla trus temen yang tadi nyontekin kita bilang kalau kita pelit,dll(yg buruk). gi mana nanggepinnya?? jwb yha :D

    Reply

  20. Posted by Yoga on March 23, 2013 at 12:10 AM

    Syukron atas infonya.. Jazakallah.. :D

    Reply

  21. Posted by Anonim on April 26, 2013 at 9:39 AM

    Betul itu ^_^d
    nice info,
    contohnya waktu pas UN,
    walaupun udah pakai barcode tapi kunci jawaban masih berseliweran, entah dari pengawas, bimbel, guru, bbm.
    Bahkan di kalimantan kertas kunci jawaban UN dijadikan kertas pembumkus gorengan,

    Reply

  22. Posted by Anonim on April 26, 2013 at 9:42 AM

    Tahukah kamu?
    Hal yang paling langka di dunia ini adalah kejujuran.

    Reply

  23. Posted by random on April 27, 2013 at 8:11 AM

    SubhanAllah izin sharenya ya akhi

    Reply

  24. Posted by Suci on June 11, 2013 at 8:41 PM

    Gara-gara aku gak nyontek dulu sewaktu UN di SMP, hasil ujian ku lebih rendah daripada temen yg dikasi kunci jawaban dri oknum guru. Sampe2 aq ga masuk ke SMA Negeri.. ya gpp laah aq masuk SMA Swasta, tapi setelah aku jalanin sekolah di swasta aku dapet nilai tertinggi di sekolahku dan mendapat gelar juara umum. Memang Allah itu Maha Adil.. ^_^

    Reply

  25. I don’t even understand how I stopped up right here, but I thought this publish was once great. I do not know who you are however certainly you’re going to a
    well-known blogger should you aren’t already. Cheers!

    Reply

  26. Posted by Rora Tri Suryaningsih on September 4, 2013 at 6:10 PM

    terimakasih sangat bermanfaat postingannya
    postingan sepanjang zaman
    :)

    Reply

  27. Posted by Irfan on December 3, 2013 at 7:10 PM

    Thx Infonya kaka :)

    Reply

  28. Posted by Nurhaliza on April 9, 2014 at 4:33 PM

    Izin share ya..

    Reply

  29. Posted by Rahman Akadji on May 8, 2014 at 8:47 AM

    MasyaAllah.. infonya sngat bermanfaat..

    *maaf y udh d shere sblum izin :)
    mhon d izinkan y :)

    Reply

  30. Posted by aissah on September 17, 2014 at 3:19 PM

    infona sngat bagus,,, tpi aku mw nanya, koment yah!
    apa hukumnya klw kita memberikan contekan kepada teman kita, krna kita tdk mw di bilangi pelit,,,?

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 31 other followers

%d bloggers like this: