Apakah Ikhlas Berarti Tidak Boleh Mengharap Pahala dan Surga?

note ini saya dpt dr Ukh Sekar…

saya ijin share…

Selamat membaca…semoga bermanfaat…

Segala puji bagi Allah, Rabb pemberi segala nikmat dan yang berhakdisembah. Shalawat dan salam kepada penutup para Nabi, yaitu NabiMuhammad, istri-istri beliau, keluarga, para sahabat yang berjuangkeras membela Islam dan setiap orang yang mengikuti mereka dalamkebaikan hingga akhir zaman.Sebagian ulama dan ahli ibadah punyakeyakinan bahwa jika seseorang beribadah dan mengharap-harap balasanakhirat yang Allah janjikan maka ini akan mencacati keikhlasannya.Walaupun mereka tidak menyatakan batalnya amalan karena maksud semacamini, namun mereka membenci jika seseorang punya maksud demikian.

Mereka pun mengatakan, “Jikaaku beribadah pada Allah karena mengharap surga-Nya dan karena takutakan siksa neraka-Nya, maka aku adalah pekerja yang jelek. Tetapi akuhanya ingin beribadah karena cinta dan rindu pada-Nya.” Perkataanini juga dikemukakan oleh Robi’ah Al ‘Adawiyah, Imam Al Ghozali danSyaikhul Islam Ismail Al Harowi.[1] Di antara perkataan Robi’ah AlAdawiyah dalam bait syairnya, “Aku sama sekali tidak mengharapsurga dan takut pada neraka (sebagai balasan ibadah). Dan aku tidakmengharap rasa cintaku ini sebagai pengganti.”

Jadiintinya mereka bermaksud mengatakan bahwa janganlah seseorang beramalkarena ingin mengharap pahala, mengharap balasan di sisi Allah, inginmengharap surga atau takut pada siksa neraka. Ini namanya tidak ikhlas.

Namunjika kita perhatikan kembali pada Al Qur’an dan petunjuk Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam, sungguh pendapat mereka-mereka jauh darikebenaran. Berikut beberapa buktinya. Semoga Allah memberikan kepahaman.

Allah Memerintahkan untuk Berlomba Meraih Kenikmatan di Surga

Setelahmenyebutkan berbagai kenikmatan di surga dalam surat Al Muthaffifin,Allah Ta’ala pun memerintah untuk berlomba-lomba meraihnya,

وَفِي ذَلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ الْمُتَنَافِسُونَ

“Dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba. ” (QS. Al Muthaffifin: 26)

Dalam Al Qur’an pun Disebutkan Balasan dari Suatu Amalan

Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّالَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ كَانَتْ لَهُمْ جَنَّاتُالْفِرْدَوْسِ نُزُلًا (107) خَالِدِينَ فِيهَا لَا يَبْغُونَ عَنْهَاحِوَلًا (108)

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramalsaleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal, merekakekal di dalamnya, mereka tidak ingin berpindah dari padanya.” (QS. AlKahfi: 107-108)

Al Qur’an Memberi Kabar Gembira dan Peringatan

Allah Ta’ala berfirman,

قَيِّمًالِيُنْذِرَ بَأْسًا شَدِيدًا مِنْ لَدُنْهُ وَيُبَشِّرَ الْمُؤْمِنِينَالَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا حَسَنًا

“AlQur’an sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan siksaan yangsangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepadaorang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal saleh, bahwa merekaakan mendapat pembalasan yang baik.” (QS. Al Kahfi: 2)

Sifat Orang Beriman, Beribadah dengan Khouf (Takut) dan Roja’ (Harap)

Allah Ta’ala berfirman,

أُولَئِكَالَّذِينَ يَدْعُونَ يَبْتَغُونَ إِلَى رَبِّهِمُ الْوَسِيلَةَ أَيُّهُمْأَقْرَبُ وَيَرْجُونَ رَحْمَتَهُ وَيَخَافُونَ عَذَابَهُ إِنَّ عَذَابَرَبِّكَ كَانَ مَحْذُورًا

“Orang-orang yang mereka seru itu,mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka siapa di antara merekayang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmat-Nya dan takutakan azab-Nya; sesungguhnya azab Tuhanmu adalah suatu yang (harus)ditakuti. ” (QS. Al Israa’: 57)

Sifat ‘Ibadurrahman Berlindung dari Siksa Neraka

Allah Ta’ala berfirman,

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا

“Danorang-orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, jauhkan azab jahannam darikami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal”. ” (QS. AlFurqon: 65)

Sifat Ulil Albab juga Berlindung dari Siksa Neraka

Allah Ta’ala berfirman,

الَّذِينَيَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِهِمْوَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَاخَلَقْتَ هَذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ (191)رَبَّنَا إِنَّكَ مَنْ تُدْخِلِ النَّارَ فَقَدْ أَخْزَيْتَهُ وَمَالِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ (192) رَبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَامُنَادِيًا يُنَادِي لِلْإِيمَانِ أَنْ آَمِنُوا بِرَبِّكُمْ فَآَمَنَّارَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَاوَتَوَفَّنَا مَعَ الْأَبْرَارِ (193) رَبَّنَا وَآَتِنَا مَا وَعَدْتَنَاعَلَى رُسُلِكَ وَلَا تُخْزِنَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّكَ لَا تُخْلِفُالْمِيعَادَ (194)

“(Yaitu) orang-orang yang mengingatAllah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan merekamemikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “YaTuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha SuciEngkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. Ya Tuhan kami,sesungguhnya barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, makasungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yangzalim seorang penolongpun. Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar(seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu): “Berimanlah kamu kepadaTuhanmu”, maka kamipun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kamidosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, danwafatkanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbakti. Ya Tuhankami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami denganperantaraan rasul-rasul Engkau. Dan janganlah Engkau hinakan kami dihari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji.” ” (QS. AliImron: 191-194)

Malaikat pun Meminta pada Allah Surga

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika menceritakan keadaan para malaikat, beliau bersabda bahwa Allah Ta’ala berfirman,

فَمَا يَسْأَلُونِى قَالَ يَسْأَلُونَكَ الْجَنَّةَ

“Apayang para malaikat mohon pada-Ku?” “Mereka memohon pada-Mu surga,”sabda beliau.Lihatlah malaikat pun meminta pada Allah surga, padahalmereka adalah seutama-utamanya wali Allah. Sifat-sifat para malaikatadalah,

لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

“Malaikat-malaikatitu tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepadamereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At Tahrim:6)

Asiyah, istri Fir’aun yang Beriman Meminta Rumah di Surga

Allah Ta’ala berfirman,

وَضَرَبَاللَّهُ مَثَلًا لِلَّذِينَ آَمَنُوا اِمْرَأَةَ فِرْعَوْنَ إِذْ قَالَتْرَبِّ ابْنِ لِي عِنْدَكَ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ وَنَجِّنِي مِنْفِرْعَوْنَ وَعَمَلِهِ وَنَجِّنِي مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ

“DanAllah membuat isteri Fir’aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman,ketika ia berkata: “Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah disisi-Mu dalam firdaus, dan selamatkanlah aku dari Fir’aun danperbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zhalim. ” (QS. AtTahrim: 11). Padahal Asiyah lebih utama dari Robi’ah Al Adawiyah, namunia pun masih meminta pada Allah surga.

Para Nabi Beribadah dengan Roghbah (Harap) dan Rohaba (Cemas/Takut)

Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ

“Sesungguhnyamereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan)perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami denganharap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepadaKami. ” (QS. Al Anbiya’: 90)2

Nabi Ibrahim ‘alaihis salam pun Meminta Surga

Sebagaimana do’a Nabi Ibrahim -kholilullah/ kekasih Allah-,

وَاجْعَلْنِيمِنْ وَرَثَةِ جَنَّةِ النَّعِيمِ (85) وَاغْفِرْ لِأَبِي إِنَّهُ كَانَمِنَ الضَّالِّينَ (86) وَلَا تُخْزِنِي يَوْمَ يُبْعَثُونَ

“Danjadikanlah aku termasuk orang-orang yang mempusakai surga yang penuhkenikmatan, dan ampunilah bapakku, karena sesungguhnya ia adalahtermasuk golongan orang-orang yang sesat, dan janganlah Engkau hinakanaku pada hari mereka dibangkitkan.” (QS. Asy Syu’ara: 85-87)

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam pun Meminta Surga

DariAbu Sholih, dari beberapa sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bertanya kepada seseorang,”Do’a apa yang engkau baca di dalam shalat?”

أَتَشَهَّدُوَأَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنَالنَّارِ أَمَا إِنِّى لاَ أُحْسِنُ دَنْدَنَتَكَ وَلاَ دَنْدَنَةَ مُعَاذٍ

“Akumembaca tahiyyat, lalu aku ucapkan ‘Allahumma inni as-alukal jannah waa’udzu bika minannar’ (aku memohon pada-Mu surga dan aku berlindungdari siksa neraka). Aku sendiri tidak mengetahui kalau engkaumendengungkannya begitu pula Mu’adz”, jawab orang tersebut. KemudianNabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kami sendiri memohonsurga (atau berlindung dari neraka).”3

Nabi Menyuruh Meminta Tempat yang Mulia untuknya di Surga

Dari Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, beliau mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَاسَمِعْتُمُ الْمُؤَذِّنَ فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ ثُمَّ صَلُّواعَلَىَّ فَإِنَّهُ مَنْ صَلَّى عَلَىَّ صَلاَةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِبِهَا عَشْرًا ثُمَّ سَلُوا اللَّهَ لِىَ الْوَسِيلَةَ فَإِنَّهَامَنْزِلَةٌ فِى الْجَنَّةِ لاَ تَنْبَغِى إِلاَّ لِعَبْدٍ مِنْ عِبَادِاللَّهِ وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَنَا هُوَ فَمَنْ سَأَلَ لِىَالْوَسِيلَةَ حَلَّتْ لَهُ الشَّفَاعَةُ

“Apabila kalian mendengarmu’adzin, maka ucapkanlah sebagaimana yang diucapkan oleh muadzin, lalubershalawatlah kepadaku, maka sungguh siapa saja yang bershalawatkepadaku sekali, Allah akan bershalawat kepadanya sebanyak 10 kali.Kemudian mintalah pada Allah wasilah bagiku karena wasilah adalahsebuah kedudukan di surga. Tidaklah layak mendapatkan kedudukantersebut kecuali untuk satu orang di antara hamba Allah. Aku berharapaku adalah dia. Barangsiapa meminta wasilah untukku, dia berhakmendapatkan syafa’atku.”4Yang dimaksud dengan wasilah adalah kedudukantinggi di surga. Sebagaimana terdapat dalam sabda Nabi shallallahu’alaihi wa sallam,

إِنَّ الوَسِيْلَةَ دَرَجَةٌ عِنْدَ اللهِ لَيْسَ فَوْقَهَا دَرَجَةٌ فَسَلُّوْا اللهَ أَنْ يُؤْتِيَنِي الوَسِيْلَةَ عَلَى خَلْقِهِ

“Sesungguhnyawasilah adalah kedudukan (derajat yang mulia) di sisi Allah. Tidak adalagi kedudukan yang mulia di atasnya. Maka mintalah pada Allah agarmemberiku wasilah di antara hamba-Nya yang lain.”5

Setelah Kita Menyaksikan

Setelahkita melihat sendiri dan menyaksikan dengan seksama berbagai ayat alQur’an dan riwayat hadits yang telah kami kemukakan di atas, inimenunjukkan bahwa seluruh ajaran agama ini mengajak setiap hamba untukmencari surga dan berlindung dari neraka-Nya. Dalil-dalil tersebut jugamenunjukkan bahwa para rasul, para nabi, para shidiq, para syuhada’,para malaikat dan para wali Allah yang mulai, mereka semua beramalkarena ingin meraih surga dan takut akan siksa neraka. Mereka adalahhamba Allah terbaik, lantas pantaskah mereka disebut pekerja yangjelek?!

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan,

وَطَلَبُالْجَنَّةِ وَالِاسْتِعَاذَةِ مِنْ النَّارِ طَرِيقُ أَنْبِيَاءِ اللَّهِوَرُسُلِهِ وَجَمِيعِ أَوْلِيَائِهِ السَّابِقِينَ الْمُقَرَّبِينَوَأَصْحَابِ الْيَمِينِ

“Meminta surga dan berlindung dari siksaneraka adalah jalan hidup para Nabi Allah, utusan Allah, seluruh waliAllah, ahli surga yang terdepan (as sabiqun al muqorrobun) dan ahlisurga pertengahan (ash-habul yamin).”6

Salah Paham dengan Kenikmatan di Surga dan Siksa Neraka

Mengenai perkataan sebagian sufi,

لَمْ أَعْبُدْكَ شَوْقًا إلَى جَنَّتِكَ وَلَا خَوْفًا مِنْ نَارِكَ

“Akutidaklah beribadah pada-Mu karena menginginkan nikmat surga-Mu dantakut pada siksa neraka-Mu”, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah telahmemberikan jawaban,

“Perkataan ini muncul karenasangkaannya bahwa surga sekedar nama tempat yang akan diperolehberbagai macam nikmat. Sedangkan neraka adalah nama tempat yang manamakhluk akan mendapat siksa di dalamnya. Ini termasuk mendeskreditkandan meremehkan yang dilakukan oleh mereka-mereka karena salah pahamdengan kenikmatan surga. Kenikmatan di surga adalah segala sesuatu yangdijanjikan kepada wali-wali Allah dan juga termasuk kenikmatan karenamelihat Allah. Yang terakhir ini juga termasuk kenikmatan di surga.Oleh karenanya, makhluk Allah yang paling mulia selalu meminta surgapada Allah dan selalu berlindung dari siksa neraka.”[7]

Melihatwajah Allah di akhirat kelak, itulah kenikmatan yang paling besar danistimewa dari kenikmatan lainnya. Dari Shuhaib, Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

« إِذَا دَخَلَ أَهْلُ الْجَنَّةِالْجَنَّةَ – قَالَ – يَقُولُ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى تُرِيدُونَشَيْئًا أَزِيدُكُمْ فَيَقُولُونَ أَلَمْ تُبَيِّضْ وُجُوهَنَا أَلَمْتُدْخِلْنَا الْجَنَّةَ وَتُنَجِّنَا مِنَ النَّارِ – قَالَ – فَيَكْشِفُالْحِجَابَ فَمَا أُعْطُوا شَيْئًا أَحَبَّ إِلَيْهِمْ مِنَ النَّظَرِإِلَى رَبِّهِمْ عَزَّ وَجَلَّ ».

“Jika penduduk surga memasukisurga, Allah Ta’ala pun mengatakan pada mereka, “Apakah kalian inginsesuatu sebagai tambahan untuk kalian?” “Bukankah engkau telah membuatwajah kami menjadi berseri, telah memasukkan kami ke dalam surga danmembebaskan kami dari siksa neraka?”, tanya penduduk surga tadi. Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah pun membuka hijab(tirai). Maka mereka tidak pernah diberi nikmat yang begitu mereka sukadibanding dengan nikmat melihat wajah Rabb mereka ‘azza wa jalla.”8

Siksaandi neraka yang paling berat adalah karena tidak memperoleh nikmat yangbesar ini yaitu melihat Allah Ta’ala. Orang-orang kafir tidak merasakanmelihat wajah Allah yang merupakan nikmat terbesar yang diperoleh olehpenduduk surga. Inilah kerugian dan siksaan bagi mereka. Allah Ta’alaberfirman,

كَلَّا إِنَّهُمْ عَنْ رَبِّهِمْ يَوْمَئِذٍ لَمَحْجُوبُونَ

“Sekali-kalitidak, sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar tertutup darimelihat wajah Tuhan mereka. ” (QS. Al Muthaffifin: 15). Imam Syafi’iberdalil dengan mafhum (makna tersirat) ayat ini,

هذه الآية دليل على أن المؤمنين يرونه عز وجل يومئذ

“Ayat ini adalah dalil bahwa orang-0rang beriman akan melihat Allah ‘azza wa jalla pada hari itu (hari kiamat).”9

Inilahpikiran picik yang membatasi kenikmatan di surga hanya dengan merasakanberbagai nikmat, seperti sungai, bidadari, buah-buahan, namun adanikmat yang lebih daripada itu yaitu nikmat melihat Allah Ta’ala.

Kesimpulan

Yangnamanya ikhlas adalah seseorang beramal dengan mengharap segala apayang ada di sisi Allah, yaitu mengharap surga dengan segalakenikmatannya (baik bidadari, berbagai buah, sungai di surga, rumah disurga, dsb), termasuk pula dalam hal ini adalah ingin melihat Allah diakhirat kelak. Begitu pula yang namanya ikhlas adalah seseorangberibadah karena takut akan siksa neraka. Inilah yang namanya ikhlas.

Jikaseseorang tidak memiliki harapan untuk meraih surga dan takut akanneraka, maka semangatnya dalam beramalnya pun jadi lemah. Namun jikaseseorang dalam beramal selalu ingin mengharapkan surga dan takut akansiksa neraka, maka ia pun akan semakin semangat untuk beramal danusahanya pun akan ia maksimalkan.

Semoga Allah senantiasamenganugerahkan kita keikhlasan dalam beramal, harapan yang kuat untukmeraih surga-Nya dan rasa takut akan siksa neraka-Nya.

Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.

Penulis: Muhammad Abduh TuasikalArtikel Rumaysho.comDisempurnakan di Pangukan-Sleman, 26 Muharram 1431 H

Footnote:

1Ta’thirul Anfas min Haditsil Ikhlas, Dr. Sayid bin Husain Al ‘Afani,hal. 365-366, Darul ‘Affani, 1421 H. [Pembahasan selanjutnya banyakkami ambil faedah dari kitab ini]

2 Ada dua tafsiran mengenaisurat Al Anbiya’ ayat 90. Ada yang mengatakan bahwa yang dimaksudadalah Zakariya dan istrinya. Ada pula sebagian ulama yang mengatakanbahwa yang dimaksud adalah semua nabi yang disebutkan dalam surat AlAnbiya’. Lihat penjelasan Ibnul Jauzi dalam Zaadul Masiir ketikamenjelaskan surat ini.

3 HR. Abu Daud no. 792, Ibnu Majah no.910, dan Ahmad (3/474). Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits inishahih. Lihat Shahih wa Dhoif Sunan Abu Daud no. 792.

4 HR. Muslim no. 875

5 HR. Thobroni dalam Mu’jam Al Awsoth. Hadits ini dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Fadhlu Sholah ‘alan Nabi no. 49

6 Majmu’ Al Fatawa, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, 10/701, Darul Wafa’,cetakan ketiga, 1426 H

7 Majmu’ Al Fatawa, 10/240-241.

8 HR. Muslim no. 181.

9 Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, Ibnu Katsir, 14/287, Muassasah Qurthubah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: