Menahan Cinta Lebih Utama Dari Pada Menyampaikannya

Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarokatuh …

Catatan ini diperoleh dari teman bernama Mifta khudin, Mifta Khudin peroleh dari seorang teman namanya Abdul Khodir Jaelani dengan beberapa editan tanpa mengurangi arti,

Kisah ini merupakan cuplikan dari dialog kecil antara Febri dan Ryan, sepasang sahabat yang mencoba menghibur satu dan yang lainnya. Febri mencoba mennghibur Ryan yang tampaknya sedang suntuk .

“Napa Ryan, muka mu kok kayak TTS majalah, rumit banget” ledek Febri “Taw lah, sebelnya minta ampun” jawabnya “Kok pagi2 dah sebel sih?, gak boleh….mendingan ceria kayak gue gini” “Gak bisa…” jawab Ryan singkat “Kok gitu???” “Aku lagi naksir cewek Feb, tapi tuh cewe malah dengan pede dan tanpa perasaan berdosa jalan ma cowok lain, gondok banget gak sih?” Febri pun tertawa mendengar jawaban Ryan. “Oooo…gitu ya?…makanya, kalo lagi suka sama seseorang, ga usah nembak! Langsung aja gorok!!” (Maksud lo?)

Sahabatku rahimatullah….

Emang… emang betul kalo cinta itu harus diekspresikan. Tapi bakal jadi salah kalo meluapkannya bukan pada tempatnya! Dari zaman baheula sampai sekarang, orang juga tahu kalo cinta itu harus diungkapkan! Kalo diem-diem aja… sunggguh menyiksa! Ibarat menahan kentut di tengah-tengah keramaian, tak tertahankan! Ketika keluar…. waaaa… lega! (tapi yang laen…. mending kalo cuma pingsan, kalo kesurupan?)

Khususnya untuk kaum adam, ’nembak’ kayaknya udah jadi syarat mutlak kalo udah ngerasa ’match’ sama yang lagi disuka. Soal diterima atau ditolak, yang pinting nyoba! Kalo kata Sherlock Holmes… ”Siapa tahu? Hati wanita itu kan bagaikan teka-teki bagi pria!” Itu betul banget… tapi pertanyaannya…. boleh ga sih berkata cinta dalam kacamata Islam?

Untuk niat yang baik, yaitu menyatakan perasaan dengan maksud langsung dinikahi, itu boleh. Tapi kalo cuma sekedar agar dia tahu perasaan kita… itu persepsi yang salah.

”Tapi kan yang penting ga pacaran!” Aaaahh… siapa sih yang bisa ngejamin kita ga bakalan pacaran kalo dia ternyata menerima kita! Lagipula, mengutarakan perasaan pada lawan jenis, apapun bentuknya, itu sama saja membuat aib bagi diri kita sendiri!

Coba deh, bayangin…. kalo seandainya hati kita berpindah ke yang lain…padahall dulu ke yang lama kita pernah janji ini-itu, bilang bahwa dia yang terbaik-lah, bilang dia yang terakhir-lah, bilang dia yang paling indah-lah, bilang “kau pertama dan terakhir-lah”, bilang ” you die, i die – lah”, bahkan sampai ngirim kata-kata yang ’wah’ segala…., atau apalagi kalo kita PDKT nya dengan topeng atau dengan dalil agama, huft…… si dia bakal berpikir bahwa kita cuma orang yang bermulut besar dan tidak bisa dipercaya… mending kalo cuma disimpan sendiri, kalo dia cerita ke orang lain? Mereka akan ikut tidak mempercayai kita. Wah, emang kita mau berapa kali sih menipu publik?.

Bandingkan dengan yang bisa menahan perasaannya. Mau pindah ke lain hati. Santai aja…… ga da perasaan was-was kalau dia bakal berpikir yang macam-macam. Sakit senangnya ketika dulu mencintai dia…. Cuma kita seorang yang tahu! Maka ketika perasaan cinta hilang, tak ada yang jadi beban!

Sahabatku rahimatullah

”Trus, kalo yang udah terlanjur ngungkapin?” ….Ya biarlah berlalu…. tapi lain kali jangan dikatakan. Stop deh bilang kalau kamu sayang sama dia…. atau ga usahlah merasa yakin bahwa dia yang paling pas untuk kita, karena mungkin semua hanya cinta sesaat. Ingat, hakikat manusia adalah selalu mencari yang lebih baik. Ketika kita menemukan satu saja kekurangan pada dirinya yang kita tidak suka, secara otomatis naluri kemanusiaan kita akan bergerak mencari seseorang yang tidak demikian/ lebih baik darinya….begitu dan akan begitu terus ceritanya. Emang, apa kita mau kalo orang berpikir bahwa kita tercipta untuk jadi kutu loncat?, loncat dari satu hati…..berbaik-baik dengannya…..meninggalkan racun…..dan loncat ke hati yang lain, astaghfirullahal adzim

Sahabatku rahimatullah

Menahan cinta mungkin akan sangat menyiksa, tapi balasannya…. sungguh tak terduga. Rasulullah Sholallahi ‘alaihi wa salam pernah bersabda, ”Barangsiapa jatuh cinta, lalu menyembunyikan cinta, menahan diri, bersabar, lalu meninggal dunia, maka dia mati syahid.” (HR Ibnu Abbas)

Ada lahi sabda Rasulullah sholallahu ‘Alaihi wa salamberikut ini

” Barang siapa yang jatuh cinta, lalu dia memelihara kesucian dirinya dan bersabar hingga meninggal dunia, maka dia adalah seorang yang syahid.” (HR Ibnu Hibban)

Sahabatku rahimatullah

Menahan diri di sini bukan sekedar berhasil ga ngungkapin perasaan kita ke dia ja, tapi lebih ke kontrol diri kita. Kalo kita masih nanya-nanya tentang sifat dia, yang dia suka apa, berusaha perhatian sama dia, sering sms-in dia, sering ngingetin dia buat sholat, bangunin buat tahajjud, minta berjilbab atau berperilaku lebih sholeh/sholehah lagi, itu sih sama aja bohong! Gagal atau berhasilnya kita dalam menyembunyikan cinta, bisa dilihat dari sikap ’dia’ ke ’kita’. Kalau dia biasa-biasa aja dan tidak pernah merasa bahwa kita mencintai dia, selamat! Itu berarti kita sudah bisa menyembunyikan cinta!

Jadi buat teman-teman yang lagi sukaaaaaaaaaaaa banget sama seseorang, cobalah untuk menyembunyikan cinta, luruskan niat, dan lebih mendekatkan diri pada Allah. Kalo yang masih juga ngerasa susah ngelupain dia, mungkin syair nasyid di bawah ini dapat membuat tean-teman kembali semangat.

Jangan kau mencinta karena manusia

Suatu saat nanti, kau pasti kecewa…

Jangan kau mencinta karena manusia

Suatu saat nanti, kau bisa terluka…

Hhmmmppp… jadi, Sobat… gak sama sekali salah kalo sekarang kita main petak umpetan sama cinta  dan semoga kita semua bisa menjadi orang yang bisa menjaga kesucian cinta, karena cinta yang dipendam sendiri, itulah sesungguhnya cinta yang suci !

Tatalah hati kita, karena nggak banyak orang yang bisa mencintai dengan ikhlas, dan meng-ikhlaskan cinta. Manusia tempat-nya ego, dan cinta itu pertemuan antara nafsu, rasa dan ego….jika ketiganya tidak bisa terkontrol dengan baik, maka cinta hanya akan menjadi malapetaka bagi orang yang mencintai maupun yang dicintai

Jadi, sebelum katakan cinta…..tahan dulu, “bagaimana mungkin kita bisa mendapatkan isteri seperti Fatimah Az Zahra bila watak kita tidak seperti Sayyidina Ali Bin Abo Thalib?, bukankah beliau hanya mencintai dan menikah satu kali?”

Semoga bermanfaat, dan semoga kita tidak lupa bahwa cinta itu merupakan anugerah terindah dari Allah, dan kayaknya kita nggak sopan banget apabila menyalah gunakan anugerah itu untuk menyakiti orang lain.

Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarokatuh



14 responses to this post.

  1. Posted by suliz on September 19, 2010 at 11:06 PM

    ceritax menginspirasi buat bx orang..
    tntang memelihara cinta yg sesungguhx..
    tpii,, s ingin b tx..
    suatu saat nnti qt psti akn mnikah..
    bgaimna qt dpat mykinkn hati tntang jodoh kita??

    Reply

    • Posted by M. ARIF BUDIMAN on September 20, 2010 at 6:39 PM

      Akhi……
      hal yang pertama yang harus kita lakukan adalah memperbaiki diri kita, dengan cara mensholehkan diri kita. Kalau kita ingin mendapatkan Istri sholehah, kita harus sholeh terlebih dahulu. Ingat janji Allah “bahwa Laki-laki yang baik untuk wanita yang baik-baik” apakah kita gak percaya janji Allah ini ??
      Oleh karena itu, perbaiki diri kita sebaik mungkin, dan masalah calon istri kita biarkanlah Allah yang mengatur yang terbaik bagi kita. dan ingatlah Allah maha adil dan menepati janji^_^

      Reply

      • Posted by Imron on September 13, 2015 at 10:40 PM

        tambahan : kita harus berusaha jadi laki-laki sholeh dan juga berusaha mencari pasangan yang sholehah

  2. Posted by putri-abe on September 22, 2010 at 4:40 AM

    tambahan 1 lagi nasyidnya (maidani-menunggu di sayup rindu)

    Reply

  3. ini kan kalo diliat dari sisi ikhwan, kalo dari sisi akhwatnya gmn???

    Reply

  4. Posted by dhika on December 7, 2010 at 10:08 PM

    wah pas banget ni buat aku..
    disaat aku pengen banget meiliki seseorang dan terus mengejar dirinya, tapi aku ngerasa ada yang gak beres dengan diri ini..
    ada dihati kecil ini yang berkata ini bukan aku yang sebenarnya, sampai2 aku merasa jauh dengan ALLAH SWT, astagfirullahalazim moga2 gak kyak gitu lagi kedepannya😦
    Insyaallah dengan inspirasi diatas masalah cinta bisa deh diatasi, moga kita semua gak terjerumus dalam perdaya setan..😀

    Reply

  5. ijin share yaa… Trims =)

    Reply

  6. Posted by arifah on September 19, 2012 at 12:19 AM

    thx bget akhii ,, abis baca ini aku semakin kuat untuk menyimpan perasaan ini

    Reply

  7. Posted by Anymous on June 22, 2015 at 6:00 PM

    Saya suka dengan artikel ini, tapi hadist hadist yang di cantumkan mohon diperiksa kesahihannya…
    Karena hadist ini hadist palsu…

    Reply

  8. hadist di atas adalah hadist palsu. hati2 ketika mengeluarkan hadist dari sumber yang tidak jelas.

    Reply

  9. Posted by Fadli on April 25, 2016 at 7:25 PM

    Sangat bermakna

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: