Surat Untuk Calon Istriku (Bidadariku)

Teman2 semuanya, ini adalah “surat untuk calon istriku”. Surat ini aku buat dari note yang aku kopas dari teman kemudian aku tambah dan edit. Sehingga surat ini menjadi “surat cintaku untuk calon istriku” nanti.

Selamat membaca

Assalamualaikum wr. wb.

Tangan ini sudah tidak sabar dan ingin mulai menulis apa yang telah dikarang oleh hati ini di dalam kalbu. Aku mulai berpikir dan mulai bertanya-tanya apakah aku sudah seharusnya mulai mencari sebahagian diriku yang hilang. Bukanlah niat ini disertai oleh nafsu tetapi atas keinginan seorang muslim mencari sebahagian agamanya. Acap kali aku mendengar ungkapan bahwa “Kau tercipta untukku.”

Aku awalnya kurang mengerti apakah sebenarnya arti kalimat ini karena diselubungi sifat jahiliyah. Rahmat dan hidayah Allah yang diberikan kepada diriku, memberikan petunjuk sehingga kini aku mengerti bahwa pada satu hari nanti, aku harus mengambil satu tangungjawab yang memang diciptakan khusus untuk diriku, yaitu dirimu. Aku mulai mempersiapkan diri dari segi fisik, spiritual dan juga intelektual untuk bertemu denganmu.

Aku ingin pertemuan kita yang pertama, aku terlihat ‘sempurna’ di hadapanmu walaupun hakikatnya masih banyak lagi kelemahan dalam diri ini. Aku coba mempelajari arti dan hakikat tanggungjawab yang harus aku buktikan ketika dipertemukan dengan dirimu. Aku coba membatasi perbicaraanku dengan gadis lain yang hanya dalam lingkaran urusan penting karena aku risau aku menceritakan rahsia diriku kepadanya karena seharusnya engkaulah yang harus mengetahuinya karena dirimu adalah sebahagian dariku dan sudah menjadi hak bagimu untuk mengetahui segala zahir dan batin diriku ini. Aku coba menjaga pandangan melihat kecantikan n keindahan gadis lain karena aku takut aku terpana dengan kecantikan dan keindahan yang menggoyahkan dan menggetarkan hatiku itu karena sesungguhnya hanya kecantikan dan keindahanmu yang halal bagiku. Aku coba menahan tangan ini bersentuhan dengan gadis lain karena sesungguhnya sentuhan tanganku hanya menyentuh gadis yang halal bagiku. Dan gadis itu adalah dirimu.

Bidadariku, aku ingin kecantikan dan keindahanmu hanya untukku. Aku tak ingin kecantikan dan keindahanmu dinikmati banyak orang. Aku tak ingin wajahmu terpampang di Facebook dan jejaringan sosial lainnya. Sehingga kecantikan dan keindahanmu dinikmati oleh semua laki2 sebumi ini. Aku tak ingin mereka memikirkan macam-macam tentang dirimu. Aku ingin kecantikan dan keindahanmu hanya untukku seorang.

Apabila diriku memakai kopiah, aku digelar ustadz. Apbila diriku diselubungi jubah, digelar syeikh. Apabila Lidahku mengajak manusia ke arah makruf digelar da’i. Apabila aku memakai jas putih dan memakai stetoskop aku digelar dokter. Bukan itu yang aku pinta karena aku hanya mengharapkan keridhaan Allah. Yang aku takuti, ketika diriku mulai didekati oleh wanita karena perawakanku, kepintaranku dan perwatakanku. Baik yang indah berhijab atau yang ketat bert-shirt, semuanya singgah disisiku. Aku risau imanku akan lemah. Diriku tidak dapat menahan dari fitnah ini. Rasulullah S.A.W pernah bersabda, “Aku tidak meninggalkan setelahku fitnah yang lebih bahaya untuk seorang lelaki melainkan wanita.”

Aku khawatir amalanku bukan sebulatnya untuk Rabbku tetapi untuk makhluknya. Aku memerlukan dirimu untuk menghindari fitnah ini. Aku khawatir kurangnya ikhlas dalam ibadahku menyebabkan diriku dicampakkan ke neraka meninggalkan kau seorang diri di syurga. Aku merasa bersalah kepada dirimu karena khawatir cinta yang hak dirimu akan aku curahkan kepada wanita lain. Aku sukar untuk mencari dirimu karena dirimu bagaikan permata bernilai di antara ribuan kaca yang berkilau. Tetapi aku yakin jika namamu yang ditulis di Luh Mahfuz untuk diriku, niscahaya rasa cinta itu akan Allah tanamkan dalam diri kita. Tugas pertamaku bukan mencari dirimu tetapi mensolehkan diriku. Sukar untuk mencari solehah dirimu andai solehku tidak setanding dengan ke’solehah’anmu. Janji Allah pasti kupegang dalam misi mencari dirimu. “Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik.”

Jiwa remaja ku ini mulai meracau mencari cinta. Matang kian menjelma dan kehadiran wanita amat terasa untuk berada di sisi. Setiap kali aku merasakannya, aku membayangkan dirimu. Di sana engkau setia menunggu diriku, tetapi di sini aku curang kepadamu andai aku bermain dengan cinta fatamorgana. Sampaikan doamu kepada diriku agar aku dapat menahan gelora kejantananku disamping aku mengajukan sendiri doa pelindung diri.

Bukan harta,rupa dan keturunan yang aku pandang dalam mencari dirimu. Cukuplah agama sebagai pengikat kasih antara kita. Saat di mana aku bakal melamarmu, akan ku lihat wajahmu sekilas agar menciptakan keserasian diantara kita karena itu pesan Nabi kita. Tidak perlu alis mata seakan alis mata unta, wajah bersih seakan putih telur ataupun bibir merah delima tetapi cukup cuma akidah sekuat akar, ibadah sebagai makanan dan akhlak seindah budi.

“nikahilah isteri karana empat perkara; keturunan, harta, rupa dan agama. Dan jika kau memilih agama, engkau tidak akan menyesal.” Jika aku dipertemukan dengan dirimu, akan ku jaga perasaan kasih dan cinta ini supaya tidak tercurah sebelum masanya. Akan aku jaga kasih dan cinta ini sampai dipertemukan dengan dirimu. Akan aku curahkan cinta dan kasih ini hanya padamu. Akan ku jadikan syara’ sebagai pelindung diri kita. Akan ku jadikan akad nikah itu sebagai cop halal untuk mendapatkan dirimu. Biarlah kita mengikuti nenek moyang kita, Nabi Adam dan Siti Hawa yang menikah sebelum disatukan agar kita dapat menikmati kenikmatan pernikahan yang menjanjikan ketenangan jiwa, ketenteraman hati dan kedamaian batin. Doakan diriku ini agar tidak berputus asa dan sesat dalam misi mencari dirimu karena aku memerlukan dirimu untuk melengkapkan sebahagian agamaku.

Dariku,

Bakal suamimu 

2 responses to this post.

  1. Posted by la kola on November 7, 2010 at 5:34 PM

    Terimakasih untuk tulisannya,,🙂

    Reply

  2. Posted by M. ARIF BUDIMAN on November 20, 2010 at 1:56 AM

    sama2…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: